SISWORO KADUS II DESA KARANGSALAM KEC.BATURRADEN PERAIH LOMBA PROKLIM TK.PROV.JAWA TENGAH TAHUN 2014

19 11 2014 06:40:04 | 6709 Kali
SISWORO KADUS II DESA KARANGSALAM KEC.BATURRADEN PERAIH LOMBA PROKLIM TK.PROV.JAWA TENGAH TAHUN 2014

SISWORO KADUS II DESA KARANGSALAM KEC.BATURRADEN

PERAIH LOMBA PROKLIM TK.PROV.JAWA TENGAH TAHUN 2014

 

Baturaden,  Salah satu warga desa Karangsalam Kecamatan Baturaden, kemarin pada tanggal 5 November 2014 bertepatan dengan Hari Peringatan Cinta Puspa dan Satwa Nasional Tk. Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 telah meraih penghargaan Proklim (Program Kamoung Iklim) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014, yang diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah mewakili Gubernur Jawa Tengah H bertempat di Pantai Guamanik Kabupaten Jepara. Dia adalah Sisworo yang sekarang menajbat sebagai Kepala Dusun (Kadus) II Desa Karangsalam Kecamatan Baturaden. Pengharagaan yang diterima nya Trophy, Piagam Penghargaan, dan uang pembinaan sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah).

 Dibawah kepemimpinan Bapak Dwi Pindarto, SH. M.M.Hum  (Kepala  BLH Kabupaten Banyumas) aktifitas masyarakat kabupaten Banyumas bersama semua instansi dan lembaga serta relawan/penggiat lingkungan telah meraih prestasi ADIPURA tahun 2014 dan pada bulan telah hadir tim Proklim di desa Karangsalam Kecamatan Baturaden. Hal ini menjadi proses pembelajaran nyata pada bidang lingkungan serta akan memberikan dampak positif pada pembangunan berbasis pro lingkungan. Bukti Banyumas telah terseleksinya satu desa menjadi target Proklim tahun ini, yang diharapkan menjadi contoh baik bagi lingkungan lain khususnya di Banyumas.

Sebenarnya apa itu Program Kampung Iklim (Proklim ):

1.Bagi sebagian kalangan masyarakat Perubahan Iklim dianggap hal biasa yang merupakan kejadian alam. Kami yang hidup di daerah pegunungan desa pinggir hutan hampir tidak memahami Perubahan Iklim yang sering didengar dalam media.

2.Saat saya masih kecil bulan-bulan berakhiran “BER” itu tandanya musim hujan. Kondisi sekarang sudah berbeda sudah berubah. Sering mendengar masyarakat adanya “Salah Mangsa” dimana menurut pandangan mereka karena perilaku manusia itu sendiri yang sudah banyak meninggalkan tradisi kebiasaan para nenek moyang pendahulunya.

3.Kebiasaan petani dulu sering melakukan pemupukan dengan sampah rumah tangga seperti abu yang diambil dari tungku/pawon untuk pupuk di sawah dan ladangnya.

4.Dahulu masyarakat membuat lubang/rorak/jugangan untuk membuang sampah organik untuk menampung aliran erosi di ladang dan pekarangan. Adanya kemajuan berupa jalan setapak, jalan tani sudah lebih keras dengan pengaspalan atau rabat beton.

5.Masyarakat petani di daerah pedesaan cukup banyak tersedia jenis makanan seperti gayong, ubi, talas, dan irut. Jenis makanan seperti ini untuk generasi sekarang tidak begitu banyak yang suka atau memang karena tidak ada tersedia.

6.Perkebangan teknologi kesehatan apabila sakit langsung penanganan medis atau membeli obat di toko obat. Penggalakan adanya apotik hidup dan sejenisnya menjadi sasaran penyuluhan kepada masyarakat yang diharapkan dapat menanggulangi penyakit yang tidak harus ditangani medis.

7.Tuntutan jaman membuat masyarakat lebih memilih kesepatan dengan menggunakan kendaraan bermotor baik itu mobil maupun sepeda motor. Angkutan umum hampir tidak ada penumpangnya karena setiap rumah memiliki lebih dari satu.

8.Komunikasi makin canggih dengan seluler atau internet yang tentunya menggunakan energi listrik. Juga penerangan serta penggunaan alat-alat yang bersumber tenaga listrik seperti kulkas, televisi, pendingin ruangan, komputer, alat masak sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat hingga ke masyarakat pinggir hutan.

9.Penggunaan bahan plastik sebagai kantong belanja, pembungkus barang, kebutuhan rumah tangga, dan lainnya menambah kapasitas sampah an organic di sekitar kita. Pada saat saya masih kecil diajak bapak ke pasar dengan membawa kandi/kantong dari rumah. Di pasar membeli tempe masih menggunakan bungkus daun, juga membeli es/dawet menggunakan gelas dari bakul dan tidak menyediakan bungkus seperti plastik.

10.Kegiatan pertanian seperti peternakan belum optimal dalam pengolahan pupuk kandangnya, pertanian masih cukup banyak menggunakan pupuk kimia, bahkan rumput dimusnahkan dengan menggunakan kimia sebagai langkah cepat penanganannya, menghemat tenaga dan biaya (menurut mereka).

 

Lalu apa Perubahan Iklim itu ?

Apa yang terjadi saat ini adanya musim tidak menentu, jadi perubahan apapun pada iklim dalam suatu waktu tertentu akibat secara alami atau hasil dari aktivitas manusia.

Kenapa terjadi Perubahan Iklim ?

1.Kegiatan manusia seperti adanya kerusakan hutan, daerah resapan air dipakai untuk pembangunan, adanya industri yang membuang limbah sembarangan tanpa diolah dulu, dll.

 2.Pemanasan global.

3.Efek rumah kaca akibat kegiatan kita yang berdampak pada polusi udara.

4.El Nino adalah proses terjadinya peningkatan temperatur atau suhu air laut didaerah Peru dan Ekuador yang dapat berdampak mengganggu iklim secara global. La Nina adalah kebalikan dari El Nino, yaitu ketika suhu atau temperatur air laut didaerah Peru dan Ekuador menjadi dingin. Peristiwa La Nina bisa menyebabkan angin kencang, hujan lebat dan juga banjir didaerah-daerah sekitar Indonesia.

5.Menipisnya ozon.

Apa dampak akibat Perubahan Iklim ?

1.Adanya banjir akibat kerusakan lahan juga korban baik harta maupun nyawa.

2.Dengan iklim yang tidak menentu factor utama dirasakan oleh petani adanya gagal panen (ketahanan pangan menurun), kekurangan sumber air, dan kerusakan lahan, demikian juga dialami oleh perikanan laut yang.

3.Kesehatan akibat adanya perubahan suhu udara dan menipisna lapisan ozon.

4.Penggunaan bahan bakar dari fosil berlebih membuat pencemaran udara berakibat makin banyaknya alat transpirtasi seperti mobil dan sepeda motor, serta alat angkutan lain juga industri menyebabkan menurunnya mutu udara sebagai sumber kesehatan karena menurunnya kadar O2 serta kerukan hutan/penebangan tanaman tidak melihat dampak dan akibatnya.

5.Mencairnya es kutub mengakibatkan kerusakan ekosistem pesisir pantai dan ancaman spesies-spesies laut seperti trumbu karang.

Sebagai masyarakat apa yang harus dilakukan ?

Apa yang dapat dilakukan masyarakat di Desa Karangsalam Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas, dimana apa yang dilakukan sebenarnya masih banyak kekurangannya. Sebenarnya apa yang dilakukan belum memahami dampak perubahan iklim, namun hanya aktivitas kehidupan di desa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa tanpa melihat dampak dan akibatnya. Munculnya kincir air sebagai energi listrik untuk kebutuhan, pemanfaatan kotoran ternak untuk pupuk tanaman pertanian baik yang dioleh sebagai pupuk organik ataupun langsung sebagai pupuk itu adalah kebiasaan masyarakat untuk meningkatkan kesuburan tanaman.

 

Munculnya tanaman obat diantara pekarangan atau sekitar rumah juga merupakan kebutuhan sebagai penanggulangan obat apabila terjadi sakit yang perlu pengobatan seperti sakit perut dengan menggunakan kunyit, kencur, atau lainnya.

Pembuatan jalan lingkungan dengan menggunakan batu dan paving beranggapan apabila ada kerusakan tertentu dapat diperbaiki dengan mudah serta serapan air lebih baik daripada menggunakan cor beton atau aspal.

Memulai dengan bank sampah sekalipun masih sekala kecil merupakan langkah positif untuk pendidikan masyarakat yang berdampak pada lingkungan lebih baik.

Apa yang dilakukan oleh masyarakat desa Karangsalam Kecamatan Baturaden dengan motor penggerak saudara Sisworo (tokoh masyarakat dari grumbul Munggangsari desa Karangsalam) dan sekaligus sebagai ketua LMDH Wana Lestari yang juga sebagai Kadus II, aktif pada organisasi lainnya dengan dukungan Pemerintah Desa Karangsalam Bapak Daryono (Kepala Desa) menjadikan kegiatan masyarakat semakin tertata. Desa Karangsalam Kecamatan Baturaden telah memiliki RENCANA PENATAAN LIKUNGAN PEMUKIMAN-BERBASIS KOMUNITAS yang disusun tahun 2010 merupakan salah satu bentuk penataan ruang cukup baik dalam menghadapi perkembangan lingkungan ke depan.

Kehadiran pihak BLH Propinsi Jawa Tengah dan KLH yang diamanahkan kepada bapak Kundarto merupakan tambahan pengetahuan kepada masyarakat desa Karangsalam Kecamatan Baturaden dan diharapkan dapat dicontoh oleh daerah lain khususnya di Kabupaten Banyumas. Pada kesempatan itu juga hadir BLH Kabupaten Banyumas, Camat Baturaden yang sangat mendukung adanya desa Karangsalam menjadi desa Proklim dari Banyumas. Bapak Camat memberikan keterangan banyak apa yang telah dikalukan di wilayahnya khususnya di desa Karangsalam ini.

Kegiatan tersebut dilaksanakan waktu proses verifikasi Proklim ini selama dua hari (hari Selasa dan Rabu, 26-27 Agustus 2014) dan cukup banyak mendapatkan informasi tentang Proklim dengan dampak dan akibatnya.

Humas BLH Kabupaten Banyumas Subarklah Setyonagoro, mengatakan bahwa dengan keberhasilan Sdr. Sisworo Kadus II Desa Karangsalam Kecamatan Baturaden ini sangat membanggalan bagi Pemerintah  Kabupaten Banyumas, yang sebagai bukti Pemerintah Kabupaten Banyumas sangat serius dalam mengadakan  program kampong iklim  yang mendukung dalam pelestarian lingkungan hidup di wilayah Kabupaten Banyumas. Dijelaskan juga bahwa dalam tahun 2013 juga Kabupaten banyumas juga meraih penghargaan Proklim atas nama Suwanto  Kadus I Desa Kalisari Kecamatan Cilongok.

 

 

Dijelaskan juga bahwa Terpilihnya desa Karangsalam Kecamatan Baturaden oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas dimana Badan Lingkungan Hidup sebagai instansi terkait Program Proklim ini merupakan suatu penghargaan bagi masyarakat desa Karangsalam Kecamatan Baturaden atas sikap dan perbuatan terhadap lingkungan selama ini. Hal ini sebenarnya bukan tujuan utama diikutkan pada kegiatan Proklim ini, namun meruapakan kebutuhan dasar masyarakat desa Karangsalam dalam upaya meningkatkan mutu lingkungannya serta peningkatan peran serta masyarakat dalam pembanguna semua sektor. Kegiatan di desa ini juga didukung oleh BUMN seperti PDAM dengan penghijauan sekitar sumber mata air dengan kesepakatan kemitraan jasa lingkungan.

Hasil pengumuman penghargaan Proklim diserahkan bertepatan dengan Hari Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasiona Nasional Tk. Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 bertempat di Pantai Guamanik Pecatu Park, desa Banyumanik, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, pada hari Rabu, tanggal 5 November 2014.

Para penerima Penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Tahun 2014 :\

  1. Hery Sugiartono, Dusun Tegalombo, desa Mlatihardjo, RT.08 RW.04 Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak;
  2. Sisworo Kadus II, Desa Karangsalam RT.04 RW.03 Kec. Baturaden, Kab. Banyumas;
  3. LMDH Argo Wiropati ketua Mukidin, Dusun Ngrancah Desa Ngrancah Kec amatan Grabag Kabupaten Magelang.

 Semoga wilayah Kabupaten Banyumas terjaga kelestarian lingkungan hidup, dengan munculnya kader-kader lingkungan hidup seperti Sisworo, Suwanto, Kusno dll yang dapat menularkan pengalaman, pengetahuan, dan wawasannya di bidang lingkungan hidup kepada seluruh kader-kader lingkungan hidupnya untuk berkiprah di wilayah daerahnya masing-masing.

 

 
 

Related Posts

Komentar